shadow

Rupiah Tersungkur, Krisis Moneter Berulang ?

Thursday, 22 August 2013 10:15 am
Rupiah Tersungkur, Krisis Moneter Berulang ?

Kabartop.com - Rupiah di beberapa perbankan Indonesia menembus di atas Rp11.000 per dolar AS. Hal itu membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengambil langkah persiapan guna menghadapi ancaman krisis ekonomi.

Di kantornya, Rabu 21 Agustus 2013, Presiden mengumpulkan seluruh menteri ekonomi guna membahas masalah ekonomi terkini, khususnya soal anjloknya nilai Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Presiden menekankan dua faktor tersebut sudah cukup menjadi alasan untuk menyusun langkah persiapan menghadapi ancaman krisis di kawasan, termasuk Indonesia.

Presiden memberikan tenggat kepada kementerian dan otoritas terkait untuk merumuskan paket kebijakan yang perlu diambil pemerintah dalam merespons potensi hantaman krisis global saat ini. Obat penawar krisis yang dirumuskan, SBY melanjutkan, nantinya akan berbentuk paket kebijakan dalam berbagai sektor. Sehingga diharapkan bukan hanya dapat menyembuhkan, tapi juga menjadi penguat stamina dan stabilitas ekonomi Indonesia.

Presiden mengimbau agar masyarakat, khususnya pelaku pasar keuangan, tidak perlu terlalu khawatir mengenai langkah-langkah antisipasi ini. Pemerintah dia jamin akan berupaya penuh menerapkan solusi terbaik. “Saya harap mendapat dukungan dari seluruh rakyat, semua itu untuk kepentingan rakyat,” kata SBY di kantor Presiden.

Presiden bahkan meminta para pelaku usaha untuk tidak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di tengah guncangan ekonomi ini. Berbagai paket kebijakan akan dikeluarkan pemerintah, termasuk insentif bagi pelaku usaha untuk membantu mereka menghadapi krisis ekonomi global. “Kita harus mengamankan juga saudara-saudara kita para pekerja, seperti juga mengamankan rakyat yang lain,” ujar SBY.

 

vivanews

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 
shadow