shadow

Mengenang 74 Tahun Kejenakaan Benyamin Sueb

Friday, 22 March 2013 9:46 pm
Benyamin Sueb

Kabartop.com – Maret ini 74 tahun lalu Benyamin bin Sueb lahir di Kemayoran, Jakarta Pusat, dari sebuah keluarga yang kental dengan darah musik tradisi Betawi.

Yatim sejak balita, Ben tumbuh jadi anak periang, banyak teman dan percaya diri.

Biar paling kecil dari delapan bersaudara, Ben berani tampil memimpin kakak-kakaknya main ‘orkes kaleng’ di kampung, kadang-kadang mendapat imbalan dari warga.

Kakeknya Saiti adalah peniup klarinet pada grup gambang kromong terkenal saat itu. Kakek dari pihak ayah, Haji Ung adalah pemain teater Betawi.

Ben rupanya mendapat warisan genetik musik cukup banyak dari keduanya sehingga kemudian jadi musisi betulan juga, bahkan mungkin artis Betawi terbesar sepanjang masa.

“Babe itu orangnya enak, selalu nanya sama kita-kita, sampai urusan lirik lagu aja die tanya. Demokratis juga,” kenang Biem Triani, anak ketiga Benyamin seperti dikutip dari laman BBC.

Biem lah yang sekarang mengelola warisan fisik Ben, yakni jaringan Bens radio. Dari semula empat kini jadi 13 stasiun radio di berbagai kota.

Sepanjang hidupnya Ben telah menelurkan sedikitnya 75 album musik dan 53 judul film.

Dalam berbagai karya itu ciri khasnya sama: kocak.

“Dia gak pernah ngada-ada. Lagunya cuma tema sehari-hari aja,” tambah Biem.

Dari ledakan kompor yang berakibat kebakaran (Kompor Mleduk), banjir di ibu kota (Jakarta Kebanjiran) sampai urusan makan nasi bekal piknik (Timbel) diolah Ben dengan bumbu guyonan yang kuat.

Syair Timbel yang dibawakan berduet dengan Ida Royani mulanya berkonotasi mesum sampai kemudian muncul tema sesungguhnya.

Bang di sini aje bang
Ogah ah di sini aje………
Disini aje yee…. Gak ahh…bang ahh…disini aje

“Kita bilang sama Babe kok lagunya gitu pake buka-bukaan. Setelah dijelaskan itu syair soal makan nasi bungkus baru kita paham,” kata Biem sambil tertawa.

Tapi sekali pun tanpa syair, Ben yang punya sembilan anak dari dua perkawinan juga tak sulit menciptakan lagu lucu.

Alkisah suatu hari ia sudah ditunggu Ida Royani di studio untuk rekaman. Melodi sudah beres tapi lirik masih nihil.

“Kata Babe udah gua bikin lagu begini begitu aja dah,” kata Biem terbahak.

Jadilah lagu Begini Begitu yang liriknya nyaris berisi dua kata itu saja, tapi anehnya tetap jadi hit dan digemari orang.

Tentu saja Benyamin juga menciptakan berbagai lagu yang merupakan cerminan kondisi sosial pada jamannya, mulai dari urusan kemiskinan sampai lingkugan yang buruk.

Pengamat Denny Sakrie menulis, saking besar perhatiannya pada urusan kelompok masyarakat pinggiran, bang Ben punya koleksi lagu-lagu tentang para pekerja kecil seperti Tukang Solder, Tukang Becak, Tukang Kridit, Tukang Sayur, Tukang Obat, Tukang Tuak, Tukang Sado, Tukang Jala, Tukang Duren, sampai Tukang Minyak.

Tapi Benyamin bisa jadi sangat serius kalau menyangkut hal yang dianggap penting. Misalnya, pendidikan anak.

Sedikit orang tahu musisi berkumis itu nekat menyekolahkan dua anak ke AS.

Biem dan Bob Benito (anak kedua) melanjutkan kuliah sarjana di Denver, Colorado.

“Saya ambil jurusan computer science lulus tahun 1989. Babe mah gak tau soal jurusan yang penting dia bilang ‘gua biar banting tulang dah asal lu sekolah yang bener,” kenang Biem yang sempat mencalonkan diri jadi wakil gubernur DKI, bangga.

Menyekolahkan anak keluar negeri tahun ’80an di Indonesia umumnya hanya mampu dilakoni keluarga kaya.

Untuk keluarga Betawi totok saat itu, rasanya ide ini terdengar aneh.

Biem mengaku sering telat menerima kiriman uang karena penghasilan Ben yang tak tentu.

Beberapa tahun setelah Biem lulus, Ben melakonkan kembali peran sebagai seorang ayah keluarga Betawi yang ngotot menyekolahkan anak (diperankan Rano Karno) agar menjadi ‘tukang insinyur’.

Sinetron Si Doel Anak Sekolahan pun meledak dan mencetak sejarah pertunjukan TV dengan episode terpanjang saat itu hingga kemudian Benyamin tutup usia tahun 1995.

“Kami senang dan bersyukur, ayah kami adalah sosok yang bermanfaat untuk anak, dengan keluarga sangat baik, juga disukai masyarakat, Alhamdulillah,” jawab Biem rendah hati. (BBC)

Tags: , ,

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 
shadow