masihkah setia kau memandang langit
lalu memandang senja,
berharap hujan turun
sekali lagi
coba pejamkan inginmu,
dalam genangan
rindu yang terlupakan,
sekali lagi
kala itu waktu benar-benar tak bersahabat,
lima menit kupikir cukup untuk menutup
dua jam menunggu dalam kerumunan,
coba kau ingat kembali
kini sudah lebih dari hitungan jam
melebihi dari yang pernah kita pikirkan,
sudahlah,
genggam dia yang telah memandang punggungmu
dari lima menit yang lalu
dari bait pertama
sajak ini diciptakan…
berjalanlah
-Kesatriarapuh-
8 maret
Langit yang Sama, Namun Berbeda Senja
Friday, 20 April 2012 7:31 am









… [Trackback]…
[...] Read More: kabartop.com/langit-yang-sama-namun-berbeda-senja/ [...]…