Kabartop.com – Bakal calon Gubernur DKI dari Partai Keadilan Sejahtera, Hidayat Nur Wahid, mengatakan penolakan menjadi khatib di Masjid An Ni'mah, Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, bukan pertama kalinya. Ia pernah beberapa kali ditolak menjadi Khatib, lantaran pejabat pemerintah setempat takut dikritik olehnya.
“Ya benar, memang sempat terjadi penolakan dari Ketua Masjid An Ni'mah ketika Hidayat mau menjadi khatib di sana. Dia (ketua Masjid) mengaku dari tim suksesnya Foke. Dia mengaku pegawai honorer, dia takut dimarahin sama lurah dan camat,” kata Ketua DPW PKS DKI Jakarta Selamat Nurdin saat dihubungi wartawan, Jakarta, Jumat (4/5). Dikutip Berita Satu.
Namun begitu, Hidayat tidak menggubris larangan tersebut. Pasalnya, menjadi khatib bukan kampanye, melainkan soal dakwah, untuk menyampaikan pesan keagamaan untuk terciptanya ketakwaan sesama umat muslim.
“Kami akhirnya masuk saja. Kami tanya ke imam masjid, ternyata imam mengizinkan beliau menjadi khatib. Lagian ini kan konteksnya bukan kampanye, melainkan soal ketaqwaan saja. Ingin membagikan ajaran Islam. Itu saja,” terang anggota DPRD DKI ini.
Selain ditolak menjadi khatib, ungkap Selamat, HNW juga pernah dilarang saat hendak melakukan bakti sosial. “Kami juga pernah ditolak mengadakan bakti sosial oleh lurah, RT dan RW setempat,” tuturnya.
Menurutnya, pejabat pemerintahan seperti camat dan lurah terlalu tegang dalam menghadapi proses pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) DKI 2012, sehingga turut mempengaruhi ketua RT dan RW di bawah koordinasi mereka.
“Semuanya tampak terlalu tegang menghadapi pemilukada ini. Santai saja lah, enggak usah tegang begitu. Seharusnya pengelola fasos-fasus seperti RT, RW, lurah dan camat lebih netral, tidak berpihak pada pasangan mana pun,” tegasnya.









… [Trackback]…
[...] Read More Infos here: kabartop.com/bakal-calon-gubernur-dki-ini-sering-ditolak-jadi-khatib/ [...]…